Cerita di Balik PHOENIXBORNE
Ada sebuah titik dalam perjalanan ketika seseorang tidak lagi hanya bertanya tentang ke mana harus pergi. Ia mulai bertanya siapa dirinya sebenarnya.
Setelah melewati masa yang membuat arah terasa semakin kabur, muncul kebutuhan untuk menemukan sesuatu yang dapat menjadi pegangan. Bukan sekadar nama atau simbol, tetapi sesuatu yang mampu mewakili apa yang ingin dibangun.
Phoenixborne Oath tidak lahir dari sebuah konsep yang langsung sempurna. Nama tersebut ditemukan melalui proses mencari identitas yang dapat mewakili gagasan di balik brand.
Sebuah brand yang tidak ingin berhenti pada pakaian, tetapi ingin memberikan konteks pada setiap desain yang dibuat. Karena itu, nama harus memiliki makna yang dapat berkembang bersama perjalanan brand.
Dari sanalah dua kata tersebut akhirnya memiliki tempatnya masing-masing: Phoenixborne. Oath.